franruizproperty@yahoo.com

Partners

  1. Bank Panin

Panin Bank merupakan salah satu bank komersial utama di Indonesia. Didirikan pada tahun 1971 dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta tahun 1982 sebagai bank Go Public yang pertama.  Panin Bank memiliki jaringan usaha hampir 350 kantor di berbagai kota besar di Indonesia dan lebih dari 16.000 ATM ALTO dan jaringan ATM BERSAMA, Internet Banking, Mobile Banking dan juga Phone Banking dan Call Centre serta Debit Card bekerja sama dengan MasterCard, Cirrus dan Maestro yang dapat diakses secara internasional.

 

  1. Bank OCBC NISP

Bank OCBC NISP (sebelumnya dikenal dengan nama Bank NISP) merupakan bank tertua keempat di Indonesia, yang didirikan pada tanggal 4 April 1941 di Bandung dengan nama NV Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank.
Bank OCBC NISP kemudian berkembang menjadi bank yang solid dan handal, terutama melayani segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Bank OCBC NISP resmi menjadi bank komersial pada tahun 1967, bank devisa pada tahun 1990 dan menjadi perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1994.

 

  1. Bank Permata

PermataBank dibentuk sebagai hasil merger dari 5 bank di bawah pengawasan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), yakni PT Bank Bali Tbk, PT Bank Universal Tbk, PT Bank Prima Express, PT Bank Artamedia, dan PT Bank Patriot pada tahun 2002. Di tahun 2004, Standard Chartered Bank dan PT Astra International Tbk mengambil alih PermataBank dan memulai proses transformasi secara besar-besaran didalam organisasi. Selanjutnya, sebagai wujud komitmennya terhadap PermataBank, kepemilikan gabungan pemegang saham utama ini meningkat menjadi 89,01% pada tahun 2006. Saat ini PermataBank telah berkembang menjadi sebuah bank swasta utama yang menawarkan produk dan jasa inovatif serta komprehensif terutama disisi delivery channel-nya termasuk Internet Banking dan Mobile Banking. PermataBank memiliki aspirasi untuk menjadi penyedia jasa keuangan terkemuka di Indonesia, dengan fokus di segmen Konsumer dan Komersial.

 

  1. Bank BCA

BCA secara resmi berdiri pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central AsiaNV.Banyak hal telah dilalui sejak saat berdirinya itu, dan barangkali yang paling signifikan adalah krisis moneter yang terjadi di tahun 1997.Krisis ini membawa dampak yang luar biasa pada keseluruhan sistem perbankan diIndonesia. Namun, secara khusus, kondisi ini mempengaruhi aliran dana tunai di BCAdan bahkan sempat mengancam kelanjutannya. Banyak nasabah menjadi panik laluberamai-ramai menarik dana mereka. Akibatnya, bank terpaksa meminta bantuan daripemerintah Indonesia. Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) lalu mengambilalih BCA di tahun 1998.

 

  1. May Bank

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (“Maybank Indonesia” atau “Bank”) adalah salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia yang merupakan bagian dari grup Malayan Banking Berhad (Maybank), salah satu  grup penyedia layanan keuangan terbesar di ASEAN. Sebelumnya, PT Bank Maybank Indonesia Tbk bernama PT Bank Internasional Indonesia (BII) yang didirikan pada 15 Mei 1959, mendapatkan ijin sebagai bank devisa pada 1988 dan mencatatkan sahamnya sebagai perusahaan terbuka di bursa efek Jakarta dan Surabaya (sekarang telah merger menjadi Bursa Efek Indonesia) pada 1989.

Maybank Indonesia merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia yang terkoneksi dengan jaringan regional maupun internasional Grup Maybank. Per 31 Desember 2015

 

  1. Bank Danamon

PT Bank Danamon Indonesia Tbk. didirikan pada 1956. Nama Bank Danamon berasal dari kata “dana moneter” dan pertama kali digunakan pada 1976, ketika perusahaan berubah nama dari Bank Kopra.

Pada 1988, Bank Indonesia meluncurkan paket reformasi perbankan yang dikenal dengan “Paket Oktober 1988” atau PAKTO 88. Tujuan utama PAKTO 88 adalah untuk membangun kompetisi dalam sektor perbankan dengan memberikan kemudahan persyaratan, termasuk liberalisasi peraturan tentang pendirian bank swasta domestik baru dan bank joint-venture. Sebagai hasil dari reformasi ini, Bank Danamon menjadi salah satu bank valuta asing pertama di Indonesia, dan menjadi perusahan publik yang tercatat di Bursa Efek Jakarta.

 

  1. Bank UOB

Bank UOB Indonesia adalah perusahaan Indonesia yang berbentuk perseroan terbatas dan bergerak di bidang jasa keuangan perbankan. Bank ini awalnya bernama PT Bank Buana Indonesia dan didirikan pada tahun 1956[1]. Perusahaan ini mengalami perubahan nama menjadi UOB Buana pada tahun 2008 karena saham mayoritasnya dibeli oleh UOB, sebuah perusahaan perbankan dari Singapura. Dengan kepemilikan saham mayoritas yang beralih kepada UOB maka perusahaan yang semula terdaftar di Bursa Efek Indonesia ini mengajukan voluntary delisting dan go private pada tahun 2008.

 

  1. Bank CIMB Niaga

PT Bank CIMB Niaga Tbk atau yang lebih ikenal dengan CIMB Niaga adalah sebuah bank yang berdiri pada tahun 1955. Saat ini CIMB Niaga merupakan bank terbesar ke-lima di Indonesia dilihat dari sisi aset, dan diakui prestasi dan keunggulannya di bidang pelayanan nasabah dan pengembangan manajemen. Saat ini mayoritas saham Bank CIMB Niaga dimiliki oleh CIMB Group. Bank CIMB Niaga merupakan bank pembayar (payment bank) KSEI terbesar dari nilai transaksi, dan dengan pangsa pasar 11%, saat ini CIMB Niaga adalah bank penyedia kredit pemilikan rumah terbesar ketiga di Indonesia

 

  1. Bank Jasa Jakarta

Bank Jasa Jakarta didirikan pada April 1984. Pada tahun 2000 Majalah Infobank yang setiap tahunnya selalu melakukan analisa terhadap data keuangan bank-bank di Indonesia berdasarkan CAR. ROA, ROE, LDR, NPL dan lain sebagainya menempatkan Bank Jasa Jakarta pada peringkat no 1 dari 65 Bank

Non Devisa di seluruh Indonesia dan no 2 dari 162 Bank di seluruh Indonesia (BUMN, Swasta, Campuran dan Asing).

Tahun 2007 Majalah Infobank juga menganugerahkan BJJ dengan “Platinum Trophy Award” sebagai tanda penghargaan atas kinerja keuangan Bank Jasa Jakarta yang “Sangat Bagus” tahun 1997 – 2006.

 

  1. Bank Standard Chartered

Bank Standard Chartered didirikan pada tahun 1969 melalui merger dari dua bank: The Standard Bank of British South Africa tahun 1863 dan The Chartered Bank of India, Australia dan China yang didirikan pada tahun 1853.

 

  1. Bank BNI

Bank BNI adalah Bank terbesar ke-4 di Indonesia berdasarkan total aset, total kredit maupun total dana pihak ketiga. Pada akhir tahun 2012, BNI memiliki total aset sebesar Rp300 triliun dan mempekerjakan lebih dari 24,000 karyawan.

BNI menawarkan layanan jasa keuangan terpadu kepada nasabah, didukung oleh anak perusahaan : Bank BNI Syariah, BNI Multi Finance, BNI Securities dan BNI Life Insurance. Untuk melayani nasabahnya, BNI mengoperasikan jaringan layanan yang luas mencakup 1.500 outlet domestik dan 5 cabang luar negeri di New York, London, Tokyo, Hong Kong dan Singapura, 8.227 unit ATM milik sendiri, 42.000 EDC serta fasilitas Internet banking dan SMS banking. BNI selalu berusaha untuk menjadi bank pilihan yang menyediakan layanan prima dan solusi bernilai tambah kepada seluruh nasabah.

 

  1. Bank Commonwealth

Bank Commonwealth (“Commonwealth Bank”) merupakan anak perusahaan Commonwealth Bank of Australia yang berbasis di Sydney dan merupakan penyedia jasa keuangan terkemuka di Australia.

Kehadiran Commonwealth Bank merupakan bagian dari strategi jangka panjang Commonwealth Bank of Australia untuk mengembangkan bisnisnya hingga ke Asia Pasifk, khususnya di Indonesia dan Cina. Di Indonesia sendiri,ditandai dengan di bukanya kantor perwakilan Commonwealth Bank of Australia pada tahun 1990.

Pada tahun 1997, Commonwealth Bank of Australia membentuk perusahaan joint venture untuk menyediakan layanan perbankan korporat bagi entitas bisnis Indonesia dan perusahaan lainnya. Pada tahun 2000, perusahaan tersebut menjadi Commonwealth Bank, dengan Commonwealth Bank of Australia sebagai pemegang saham utama.