Rumah dengan Harga Sampai Rp 1,6 Miliar Laris di Jabodetabek

Jakarta -Berdasarkan analisis yang dilakukan Cushman and Wakefield di semester II 2015, rumah dengan kisaran harga Rp 750 juta-Rp1,6 Miliar laris di Jabodetabek.

“Kebanyakan rumah favorit di Jabodetabek itu di kisaran Rp 750 juta-Rp 1,6 miliar selama satu semester 2015 kemarin yang paling laku,” kata Director Research and Advisory Cushman and Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo, di Jakarta, Kamis (14/4/2016).

Saat ini pasar perumahan cenderung menurun terlebih lagi diterapkan aturan Loan to Value (LTV).

“Yang ditemukan hasil pasar relaksasi dari peraturan LTV yang dikeluarkan Juni 2015 belum memperlihatkan dampak signifikan artinya dari segi penjualan perumahan dan unit yang dijual masih menurun,” lanjut Arief.

Diharapkan dengan adanya penurunan suku bunga dan suku bunga KPR dibawah 10% meningkatkan penjualan perumahan di semester 1 dan 2 tahun 2016.

“Penurunan suku bunga KPR dibawah 10% diharapkan bisa meningkatkan lagi penjualan perumahan di semester I dan II tahun 2016,” ujar Arief.

Pasar perumahan diproyeksikan masih akan tumbuh secara positif di tahun 2016 ini. Segmen menengah ke bawah dan segmen bawah diharapkan masih dapat mendominasi pasar perumahan di tahun 2016.

Berdasarkan data Cushman & Wakefield, pasar perumahan mengalami penurunan di semester II-2015 karena banyak pengembang menahan diri untuk meluncurkan pasokan baru. Penurunan pasokan baru selama.

semester II-2015 hampir setengah dari total pasokan pada semester I-2015, dari 6.178 unit menjadi 3.228 unit di semester II-2015.

Di semester II-2015, distribusi pasokan terbesar terjadi di wilayah Bogor walaupun hanya berasal dari satu perumahan yaitu Citra Indah.

Dibanding semester sebelumnya, perlambatan kenaikan harga jual juga terjadi di semester II-2015, di mana hanya tumbuh rata-rata 4% dibanding sebelumnya yang mencapai 7%. Sementara itu, harga tanah dan bangunan masing-masing tumbuh secara moderat sebesar 4% dan 5%.

Sumber: Detik.com